Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Bidang Budidaya Perikanan Tahun 2016

I. PENDAHULUAN

      1.1 LATAR BELAKANG

Terjadinya anomaly cuaca akibat pemanasan global, menyebabkan sector penangkapan ikan mengalami fluktuasi baik ketersediaan bahan baku maupun harga, hal ini memberikan angina segar bagi perkembangan sector budidaya yang relative lebih tahan terhadap anomaly cuaca.

Pengembangan sector budidaya juga menjadi program unggulan Kementrian Kelautan dan Perikanan sejak 10 tahun terakhir, beberapa komoditas unggulan ditekankan untuk dikembangkan melalui penerapan kontrak kerja produksi dengan Kabupaten/Kota yang memiliki potensi budidaya. Diharapkan dengan penerapan kontrak kerja tersebut dapat memicu Kabupaten/Kota agar lebih gigih mengembangkan sector budidaya sesuai potensi di wilayah masing-masing.

Dinas Perikanan dan Kelautan berkomitmen untuk meningkatkan pemanfaatan lahan budidaya serta meningkatkan produksi budidaya komoditas unggulan. Bersinergi dengan aarah kebijakan KKP RI, prinsip pengembangan budidaya oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pamekasan adalah mengacu pada pro job, pro poor dan pro growth.

  1.2 TUJUAN KEGIATAN

Tujuan dari kegiatan yang ada di bidang perikanan dan budidaya adalah

  1. Meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan
  2. Meningkatkan kualitas SDM pembudidaya Ikan
  3. Menyediakan infrastruktur yang kondusif di sentra budidaya perikanan

1.3 DASAR HUKUM

  1. Peraturan Bupati Pamekasan Nomor 36 tahun 2015
  2. Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD Nomor : 2.05.01.20.16.5.2 Tentang Kegiatan Penyediaan Jalan Produksi di Desa Lembung (DAK)
  3. Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD Nomor : 2.05.01.20.15.5.2 Tentang Kegiatan Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar
  4. Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD Nomor : 2.05.01.20.65.5.2 Tentang Kegiatan Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan
  5. Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD Nomor : 2.05.01.21.15.5.2 Tentang Sertifikasi Hak Atas Tanah dan Pembudidaya IkanII. GAMBARAN UMUM BUDIDAYA PERIKANAN 2.1 Potensi Budidaya Perikanana      2.2.1. Luas Potensi Lahan BudidayaPengembangan Budidaya Perikanan menjadi salah satu fokus program pembangunan di Kabupaten Pamekasan, karena pemanfaatan potensi lahan budidaya perikanan di Kabupaten Pamekasan masih 2,1% dari luas potensi lahan  budidaya yaitu 10.955 Ha, masih jauh dari optimal.

    Terdapat 3 jenis budidaya yang dilakukan oleh pelaku usaha budidaya perikanan yaitu budidaya air tawar, budidaya air payau dan budidaya laut. Wilayah pengembangan usaha  budidaya air tawar menyebar di hampir seluruh kecamatan, namun kantong-kantong budidaya ikan air tawar dengan produktifitas tinggi berada di kecamatan galis, kecamatan pakong dan kecamatan larangan. Wilayah pengembangan budidaya air patau tersentralisasi di dua kecamatan yaitu kecamatan galis dan kecamatan larangan, sedangkan wilayah pengembangan budidaya laut hanya di satu  desa yaitu desa tanjung kecamatan pademawu.

     

    2.2.2. Budidaya air tawar

    Perkembangan usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Pamekasan dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif, data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pamekasan menunjukkan  bahwa  pada Tahun 2012 Jumlah pembudidaya ikan air tawar masih berjumlah 184 orang dengan produksi  145,6 ton, saat ini jumlahnya mencapai 330 orang dengan produksi  337,44 ton.

    Salah satu faktor pemicu perkembangan usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Pamekasan adalah fluktuasi komoditas ikan laut akibat anomaly cuaca dan kenaikan harga BBM. komoditas budidaya ikan air tawar menjadi pilihan untuk memenuhi permintaan      pasar ditengah semakin mahal dan langkanya ikan tangkapan dari laut. Faktor lainnya yang mendukung perkembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Pamekasan adalah meningkatnya kesadaran makan ikan di wilayah non pesisir, dan semakin diterimanya komoditas ikan air tawar dari waktu ke waktu.

    Komoditas budidaya ikan air tawar yang di usahakan di Kabupaten Pamekasan, 90% masih didominasi oleh ikan lele. Budidaya Ikan lele lebih disukai karena lele termasuk ikan yang terkenal “tahan banting” Untuk dapat bertahan hidup, lele tidak memerlukan kondisi atau persyaratan air khusus seperti halnya ikan air tawar Iainnya. Kemampuan Ikan lele tersebut membuat ikan ini dapat dibudidayakan di tempat yang minim air sekalipun.

    Padat tebar budidaya ikan lele antara 200 – 400 ekor/m2, media budidaya yang digunakan 54 % masih menggunakan kolam terpal dan hanya 40% yang menggunakan kolam beton.2.2.3. Budidaya air payau

    Wilayah pengembangan budidaya air payau  terkonsentrasi di dua tempat yaitu kecamatan Galis dan Kecamatan Larangan. Komoditas usaha budidaya air payau di Kecamatan  Galis terdiri dari dua jenis yaitu udang vannamei, Bandeng dan rumput laut Gracilaria sp. Sedangkan di Kecamatan Larangan komoditas usaha budidaya air payau hanya untuk udang vannamei.

    Usaha budidaya udang vannamei telah berkembang sejak Tahun 2008, yaitu setelah Dinas Perikanan dan kelautan menginisiasi kerja sama dengan salah perusahaan pakan ternama di Indonesia untuk mengembangkan budidaya tambak di Desa Montok Kecamatan Larangan. Saat ini  produksi budidaya udang vannamei mencapai 653,202 ton, dengan jumlah pembudidaya 121 orang.

    Usaha budidaya rumput laut Gracilaria sp, masih terkonsentrasi di Desa pandan Kecamatan Galis, Karena di desa tersebut terdapat lahan milik PT Garam Tbk yang tidak termanfaatkan. Produksi budidaya rumput laut Gracilaria sp pada tahun 2016 sebanyak 25.000 kg. sedangkan untuk usaha budidaya bandeng saat ini masih pada tahap hasil sampingan budidaya tambak garam. Usaha budidaya bandeng dilakukan di lahan tambak garam pada saat musim penghujan, pada saat itu usaha budidaya garam  tidak bisa dilakukan sehingga tambak ditebari nener bandeng. Sistem budidaya bandeng masih bersifat tradisional.2.2.4. Budidaya air laut

    Usaha budidaya laut di pamekasan hanya pada satu komoditas saja yaitu rumput laut jenis eucheuma cottoni sp. Wilayah pengembangan budidaya  rumput laut terkonsentrasi di satu desa yaitu desa Tanjung kecamatan pademawu.  Hal ini Karena wilayah desa tanjung adalah wilayah yang paling cocok secara geografis. kondisi perairan desa tanjung khususnya di dusun jumiang, dusun kotasek dan dusun gili relatif tenang, belum tercemar dan bukan merupakan alur wilayah penangkapan ikan.

    Perkembangan usaha budidaya rumput laut dimulai sejak Tahun 2007, dan masih digemari hingga saat ini.  jumlah pembudidaya rumput laut di Desa tanjung saat ini berjumlah 107 RTP, dengan luas pemanfaatan lahan seluas   1,53 Ha.  Model budidaya rumput laut yang digunakan adalah system semi long line dengan ukuran ancak 17 m x 6 m, satu ancak rata-rata ditebar bibit 150kg. Produksi rumput laut pada Tahun 2016 sebesar 276,734 ton.

    2.2.5. Kelembagaan

    Jumlah kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Kabupaten Pamekasan  adalah 43 kelompok, terdiri dari 40 pokdakan komoditas lele dan 3 pokdakan rumput laut dan 1 Gapokan lele. Dari 43 pokdakan tersebut, 13 pokdakan telah memiliki badan hukum. Pembinaan pokdakan tersebut dilakukan dibawah bimbingan 3 Penyuluh PNS dan 13 Penyuluh Perikanan Bantu.

     

    • 2.2 RUMUSAN PERMASALAHAN

    Terdapat beberapa permasalahan umum yang menjadi kendala dalam melaksanakan program pembangunan budidaya perikanan antara lain :

    1. Minimnya infratruktur penunjang di sentra budidaya, misalnya jalan produksi tidak kondusif;
    2. Minimnya pengetahuan pembudidaya ikan tentang teknik budidaya terutama manajemen pakan;
    3. Minimnya modal yang dimiliki untuk pengembangan usaha budidaya;

    Rendahnya jiwa wira usaha pembudidaya ikan sehingga cenderung mudah putus asa, padahal dalam usaha budidaya diperlukan keuletan dan kedisiplinan yang tinggi.

    • 2.3 KEBIJAKAN

    Berdasarkan ketiga prinsip tersebut maka, Pada tahun 2016 ini Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pamekasan mengarahkan pada  3hal

    1. Peningkatan Kualitas SDm pelaku Usaha perikanan
    2. Penyediaan infrastruktur di Sentra Produksi Budidaya
    3. Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan

    Diharapkan dengan tiga kebijakan tersebut dapat meningkatkan produksi budidaya dan meningkatkan pendapatan pembudidaya. Berbagai kendala selama pelaksanaan kegiatan antara lain kurangnya tenaga teknis yang ahli dalam bidang budidaya terutama budidaya di tambak, kurangnya penyuluh perikanan lapang, lokasi medan yang sulit dan terlalu menyebar, minimnya fasilitas peralatan praktek percontohan budidaya. Dengan segala keterbatasan tersebut Dinas Perikanan dan Kelautan tetap berusaha agar kegiatan yang telah tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran tersebut dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

    III. REALISASI PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1 Urain Kegiatan Tahun 2016

Pada Tahun 2016, kegiatan bidang perikanan dan budidaya diarahkan pada penyediaan infrastruktur dan peningkatan SDM. Belanja Hibah kepada masyarakat tidak ada dikarenakan adanya Permendagri nomor 14 Tahun 2016 dimana salah satu syarat  penerima hibah adalah memiliki badan  hukum Indonesia sekurang-kurangnya 3 tahun, sementara tidak ada satupun kelompok pembudidaya ikan yang memenuhi kriteria tersebut. Kegiatan Bidang Perikanan Budidaya terdiri dari 2 sumber dana yaitu Kegiatan yang dibiayai dari APBD Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Kegiatan Tugas Pembantuan yang dibiayai dari APBN Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Berikut daftar kegiatan Bidang Perikanan dan Budidaya Tahun Anggaran 2016:

NO. NAMA KEG. SUMBER DANA LOKASI VOLUME PAGU PPTK/PPK
1 Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar APBD Kab. Pamekasan, Waru Timur,Larangan Badung, Galis 3 sub Kegiatan 115.000.000 Sri Puji Harijani, S.Pi
2 Pemberdayaan pelaku Usaha Perikanan APBD Kab. Pamoroh, Tampojung tenggina, lebbek 3 sub kegiatan 100.000.000 Sri Puji Harijani, S.Pi
3 Sertifikasi Hak Atas Tanah Nelayan dan pembudidaya Ikan APBD Kab. Tanjung, Kaduara Barat, Sotabar, Lebbek, Bicorong, Pamekasan, Pademawu 150 orang 50.000.000 Sri Puji Harijani, S.Pi
4 Pembangunan Jalan Produksi di Desa lembung APBD Kab. Lembung 293 m 193.500.000 Sutarso Arif saidi, SE
5 Pembangunan Kawasan Kebun Bibit Rumput Laut APBN Tanjung 5 paket kegiatan 1.350.000.000 Kusno Hadikusumo, SP

3.2 PELAKSANAAN KEGIATAN 2016

3.2.1 Kegiatan Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar

  1. Sasaran Kegiatan : Pembudidaya ikan lele
  2. Pagu Anggaran: Rp. 115.000.000,-
  3. Sumber dana : APBD Kabupaten
  4. Lokasi Kegiatan : BBI Teja Timur, Desa Waru Timur, Desa Larangan Badung dan Desa Galis
  5. Penjelasan dan Realisasi Kegiatan Kegiatan ini terdiri dari 8 macam sub kegiatan yaitu
  • Workshop pembuatan pakan alternatif

Workshop pembuatan pakan alternatif dilatar belakangi banyaknya keluhan pembudidaya  ikan akan harga pakan ikan pabrikan (pellet ikan) yang semakin mahal. Sehingga biaya produksi juga meningkat, mereka ingin diberi pelatihan bagaimana cara membuat pakan alternatif untuk menekan biaya produksi.

Acara bertempat di Balai Benih Ikan Desa Teja Timur Kecamatan pamekasan. Peserta yang hadir sebanyak 50 orang, nara sumber di datangkan langsung dari UPT Kepanjen milik Dinas Perikanan Propinsi Jawa Timur yang memang menangani pengembangan pakan alternatif.

Materi yang diberikan selain teori tentang bahan dan cara pembuatan pakan alternatif, juga dilaksanakan demo praktek percobaan membuat pakan  alternatif di hadapan peserta. Sehingga peserta workshop dapat lebih paham dan mengerti bagaimana teknik pembuatan pakan alternative yang baik.

  • Workshop budidaya ikan gabus dan ikan nila

Workshop budidaya ikan gabus dan ikan nila di latarbelakangi dengan belum beragamnya komoditas budidaya ikan air tawar. Komoditas budidaya ikan air tawar yang di usahakan di Kabupaten Pamekasan, 90% masih didominasi oleh ikan lele.

Sebagai langkah awal diversifikasi komoditas budidaya ikan air awar, pada Tahun 2015 telah dikenalkan ikan patin dan pada tahun 2016 mulai dikenalkan budidaya ikan gabus karena potensi yang ada dalam ikan ini, bisa menjadi bidikan wirausaha dalam bidang agro yang mampu menghasilkan omset luar biasa. Selain enak dijadikan santapan, ikan gabus dicari Karena memiliki kandungan juga berkhasiat untuk obat.

Peserta workshop berjumlah 50 orang yang berasal dari kelompok pembudidaya ikan binaan Dinas Perikanan. Pemateri/Nara sumber didatangkan langsung dari UPT BPAT Prigi Kabupaten Treggalek yang memang sudah lama berhasil mengembangkan budidaya ikan gabus. Materi yang diberikan adalah teknik pembesaran ikan gabus dan ikan nila juga acara pembenihan ikan gabus.

  • Pelatihan Cara budidaya Ikan yang Baik (CBIB)

Kegiatan ini dilaterbelakangi masih banyaknya pembudidaya ikan yang belum paham mengenai Cara Budidaya Ikan Yang Baik dan Benar (CBIB) dan sangat minimnya pembudidaya ikan yang memiliki sertifikat CBIB. Dari 369 pembudidaya ikan yang gerdaftar di Dinas Perikanan, yang memiliki sertifikat CBIB tidak sampai 20 orang, padahal sertifikat ini sangat penting sebagai pengakua terhadap kelayakan konsumsi ikan yang dibudidayakan.

Peserta pelatihan berjumlah 100 orang yang berasal dari pembudidaya ikan wilayah pantura (pakong, waru, batumarmar, pegantenan, pasean dan kadur). Acara bertempat di lokasi budidaya ikan lele milik salah satu pembudidaya Bapak. Djumhari Desa waru timur kecamatan waru.

  • Praktek budidaya di kolam buis beton

Praktek budidaya lele di kolam buis beton ini dilatarbelakangi adanya program pengembangan kolam bundar sebagai media mudidaya ikan lele yang rencananya di laksanakan pada Tahun 2017.

Praktek budidaya lele di kolam buis beton dini dilaksanakan di 2 lokasi yaitu di Pokdakan Mina Sejahtera Kecamatan Galis dan Pokdakan Zahara di Kecamatan palengaan. Penggunaan buis beton diharapkan dapat llebih praktis, hemat biaya dan dapat mengoptimalkan fungsi lahan pekarangan yang selama ini belum terkelola optimal.  Masing-masing mendapatkan 5 unit buis beton, benih 1500 ekor, pakan kecil 1 sak, pakan besar 3 sak.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa dari 1500 ekor ikan lele /unit buis beton yang ditebar, benih lele dapat tumbuh hingga panen ukuran 12 ekor/kg. dengan total panen 98 kg

  • Praktek budidaya di Kolam terpal

Praktek budidaya ikan lele di kolam terpal dilaksanakan di desa batu kalangan. Media budidaya berupa kolam anyaman bambu yang diberi terpal. Tujuannya sebagai pengenalan teknik budidaya lele di kolam terpal

  • Pembuatan Profil Budidaya Perikanan Kabupaten Pamekasan
  • Pembuatan video potensi Budidaya Perikanan di Kabupaten Pamekasan
  • Pembuatan Brosur teknik budidaya lele bagi pemula

3.2.2 Kegiatan Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan

  1. Sasaran Kegiatan : Pembudidaya ikan
  2. Pagu Anggaran: Rp. 100.000.000,-
  3. Sumber dana : APBD
  4. Lokasi Kegiatan : Desa pamoroh Kecamatan Kadur, Desa Tampojung tenggina kecamatan waru, Desa Tanjung Kecamatan Pademawu, Desa Lebbek Kecamatan Pakong
  5. Penjelasan dan Realisasi Kegiatan

Kegiatan ini terdiri dari 5 kegiatan yaitu :

  • Workshop budidaya lele di pondok pesantren Tadribudduát Desa pamoroh kecamatan Kadur

Workshop dilatarbelakangi adanya disposisi Bupati Pamekasan atas permohonan pelatihan budidaya lele oleh Ponpes Tadribudduát Desa Pamoroh Kecamatan Kadur. Peserta yang mengikuti workshop adalah 50 org santri dari ponpes tersebut. Materi yang disampaikan adalah teknik budidaya ikan lele, success story dari pembudidaya ikan yang telah berhasil dan praktek langsung budidaya ikan lele di kolam terpal

  • Pelatihan Pembuatan Probiofish bagi pembudidaya ikan di Desa Tampojung tenggina Kecamatan waru

Workshop pembuatan probiofish di latarbelakangi oleh banyaknya permintaan dari pembudidaya ikan untuk diberi pelatihan tentang cara membuat probifish.

Peserta workshop sebanyak 75 orang, materi yang disampaikan adalah manajemen pemberian pakan ikan, teknik pembuatan probiofish yang disertai praktek secara langsung.

  • Sosialisasi Akses Permodalan melalui Perbankan

Sosialisasi dihadiri oleh 75 peserta yang terdiri dari pembudidaya ikan dan pengepul ikan, acara dilaksanakan di secretariat pokdakan Al Falah Desa Lebbek Kecamatan pakong. Pemateri Direktur utama Bank UMKM  Cabang pamekasan, materi yang diampaikan adalah pentingnya pengelolaan keuangan dalam usaha, informasi seputar jenis dan cara akses permodalan dari Bank UMKM

  • Optimalisasi kegiatan pembibitan rumput laut di Desa Tanjung
  • Peningkatan teknik dan ketrampilan pembudidaya bandeng melalui pengiriman diklat ke UPT UPBAP Bangil      

3.2.3 KegiatanSertifikasi Hak Atas Tanah Nelayan dan pembudidaya ikan

  1. Sasaran Kegiatan : nelayan dan pembudidaya ikan
  2. Pagu Anggaran: Rp. 50.000.000
  3. Sumber dana : APBD
  4. Lokasi Kegiatan : se-Kabupaten Pamekasan
  5. Penjelasan dan Realisasi Kegiatan :

Kegiatan ini untuk mendukung program KKP RI dan Badan Pertanahan Nasional terkait pemberdayaan masyarakat melalui fasilitasi penerbitan sertifikat untuk akses modal di perbankan. Kuota Kabupaten Pamekasan pada tahun 2016 untuk sertifikat ha katas tanah pembudidaya ikan sebanyak 150 org.

3.2.4 Kegiatan Penyediaan Jalan Produksi di Desa lembung

  1. Sasaran Kegiatan : jalan produksi di sentra budidaya
  2. Pagu Anggaran : Rp. 193.500.000,-
  3. Nilai SPK             : Rp. 190.340.000,-
  4. Pelaksana             : CV. ABDI KARYA
  5. SPK : 602/I.3.18/432.307/SPK/2016
  6. Sumber dana : APBD
  7. Volume : 190 m
  8. Lokasi Kegiatan       : Desa Lembung Kecamatan galis

3.3 KEGIATAN TUGAS PEMBANTUAN APBN

  1. Nama Kegiatan : Pembangunan kawasan kebun bibit rumput laut
  2. Sasaran Kegiatan :  pembudidaya rumput laut
  3. Pagu Anggaran : Rp. 1.350.000.000,-
  4. Lokasi : Desa tanjung Kecamatan pademawu
  5. Penerima : Pokdakan Mitra bahari, Pokdakan Sumber rejeki Pamekasan dan Pokdakan Citra
  6. Jenis kegiatan :
  • Bantuan sarpras pembibitan rumput laut (48 Paket)
  • Pengadaan Pemberat (beton) untuk budidaya rumput laut (192 unit)
  • Bantuan sarpras budidaya rumput laut (60 paket)
  • Bantuan perahu (2 unit)
  • Bantuan Para-para (tempat pengeringan) rumput laut (13 unit)

IV. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

  • Bidang Perikanan dan Budidaya terdapat 4 kegiatan yang didanai dari APBD Kabupaten dan 1 Kegiatan yang didanai dari APBN
  • Folus kegiatan Bidang Perikanan Budidaya Pada Tahun 2016 diarahkan pada 3 hal yaitu :
  1. Peningkatan Kualitas SDm pelaku Usaha perikanan
  2. Penyediaan infrastruktur di Sentra Produksi Budidaya
  3. Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan
  • Kegiatan yang bersifat hibah kepada masyarakat tidak dapat dilaksanakan dikarenakan adanya Permendagri Nomor 14 Tahun 2016 yang mensyaratkan penerima untuk memiliki badan hokum sekurang-kurangnya 3 tahun, sedangkan belum ada satupun pokdakan yang memenuhi kriteria tersebut
  • Seluruh Kegiatan telah dapat direalisasikan 100%

4.2 SARAN

Perlu adanya kepastian dalam aturan penerima hibah kepada masyarakat agar kegiatan dapat optimal, selain itu perlu adanya penambahan jumlah Penyuluh perikanan  agar kegiatan dapat lebih dioptimalkan.

Demikian kami sampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Bidang Perikanan Budidaya Tahun 2016. Selanjutnya kritik dan saran membangun sangat kami harapkan, untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kami kepada masyarakat.

DOKUMENTASI KEGIATAN

  1. Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar

a) Workshop Pembuatan Pakan Alternatif

b) Workshop Budidaya Ikan Gabus dan Ikan Nila

c) Pelatihan Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB)

 

d) Praktek Budidaya di Kolam Bus Beton

 

e) Praktek Budidaya di Kolam Terpal

2. Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan

a) Workshop Budidaya Lele di Ponpes Tadribudduat

 

3. Kegiatan Sertifikasi Hak Atas Tanah Pembudidaya Ikan

 

4. Penyediaan Jalan Produksi di Desa Lembung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Print Friendly
Posted in Berita

Leave a Reply